Studi Insilico Aktivitas Antioksidan dan ADMET Brazilein Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Escherichia coli Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) (Kandidat Suplemen Penguat Sistem Imun)
PDF

Keywords

uji in silico, brazilein, vitamin E, UDP-Galactose 4-Epimerase, ADMET

How to Cite

[1]
dwi hariyani, E. Edy Haryanto, R. Sasongkowati, and E. Woelansari, “Studi Insilico Aktivitas Antioksidan dan ADMET Brazilein Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Escherichia coli Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) (Kandidat Suplemen Penguat Sistem Imun)”, 2019, vol. 1, no. 1, pp. 251 - 257, Jan. 2020.

Abstract

Abstrak--Escherichia coli penghasil enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL)
mendominasi penyebab penyakit infeksi saluran kemih. Mekanisme fagositosis oleh makrofag
adalah bentuk respon tubuh untuk mengeliminasi dan menetralisir efek toksin dari bakteri. Proses
fagositosis akan terjadi jika makrofag dalam keadaan aktif. Untuk mengaktifkan makrofag
diperlukan brazilein kayu secang. Brazilein merupakan kandungan senyawa mayor dalam kayu
secang yang secara empiris digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
memprediksi secara in silico aktivitas antioksidan senyawa brazilein yang terkandung dalam kayu
secang terhadap enzim ESBL dari Escherichia coli isolat penderita ISK, dengan senyawa
pembanding vitamin E. Uji in silico digunakan untuk memprediksi aktivitas antioksidan dengan
melakukan docking menggunakan program komputer Molegro Virtual Docker. Reseptor yang
digunakan adalah UDP-Galactose 4-Epimerase, kode PDB: 1KVU, dengan ligan phenol
(NAD_340[A]). Prediksi sifat farmakokinetik (ADME), toksisitas dari brazilein dan vitamin E
menggunakan program pkCSM online tool. Analisis data dilakukan dengan membandingkan
energi ikatan hasil docking antara brazilein, ligan phenol, dan pembanding vitamin E pada reseptor
target. Semakin rendah energi ikatan ligan dengan reseptor target, semakin stabil ikatan yang
terbentuk. Hasil uji in silico menunjukkan bahwa energi ikatan brazilein = -95.7919 kkal/mol,
vitamin E = -108.7316 kkal/mol, dan phenol = -151.8493 kkal/mol. Hasil uji di atas menunjukkan
bahwa brazilein memiliki potensi sebagai antioksidan meskipun lebih rendah dibanding vitamin E
dan phenol. Hasil uji in silico menggunakan program pkCSM online tool menunjukkan bahwa
senyawa brazilein mempunyai sifat farmakokinetik yang baik, dan menimbulkan toksisitas yang
relatif rendah.

PDF

Downloads

Download data is not yet available.