Pengelolaan Penyediaan Air Minum Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya dan Maulana Malik Ibrahim Gresik Tahun 2019
PDF

Keywords

air minum, Wisata Religi

How to Cite

[1]
D. Danuris, “Pengelolaan Penyediaan Air Minum Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya dan Maulana Malik Ibrahim Gresik Tahun 2019”, 2019, vol. 1, no. 1, pp. 89 - 93, Jan. 2020.

Abstract

Wisata religi Sunan Ampel Surabaya dan wisata religi Maulana Malik Ibrahim Gresik memiliki daya tarik minat pengunjung yakni air minum yang berasal dari sumber air sumur dan terletak didalam masjid dan area sekitar makam. Penyehatan air minum di tempat-tempat umum harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan  kualitas air minum yang ditetapkan dalamPeraturanMenteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Sampel air minum dilakukan uji kualitas mikrobiologi, kimia dan fisik dengan teknik pengambilan sampel gabungan tempat (integrated sampel). Data yang diperoleh berupa hasil pemeriksaan laboratorium, pengukuran lapangan dan hasil lembar observasi jenis checklist dengan metode skoring dengan pendekatan skala Guttman. Hasil  kualitas air minum kemudian dihubungkan dengan upaya manajemen pengelolaan penyediaan air minum pada wisata religi tersebut.

Hasil pemeriksaaan mikrobiologis air minum yang tidak sesuai persyatan di makam sunan ampel Surabaya adalah hasil total bakteri koliform 53 CFU/ 100 ml dan hasil pemeriksaan fisik yang tidak sesuai persyaratan air minum adalah berasa. Sedangkan hasil pemeriksaan mikrobiologis yang tidak sesuai persyaratan air minum di makam maulana malik ibrahim  didapatkan hasil total bakteri koliform 15 CFU/ 100 ml dan hasil pemeriksaan fisik air minum yang tidak memenuhi persyaratan adalah  berasa dan suhu ±7oC. Hasil observasi dan wawancara didapatkan kategori cukup.

Maka upaya perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengolahan air dengan teknologi membrane Ultrafitasi untuk mengurangi total koliform dan rasa pada air minum. Upaya perbaikan suhu dengan merubah fasilitas penyediaan air minum menjadi sistem kran dengan gelas minum sekali pakai. Upaya ini perlu dukungan dalam bentuk pemberian alat, pengarahan terkait upaya menjaga kualitas air,  monitoring dan evaluasi kegiatan oleh pihak eksternal terkait.

 

 

 

PDF

Downloads

Download data is not yet available.