Analisis Crossectional Kejadian Stunting Pada Balita Usia 3-5 Tahun Berdasarkan Budaya Pemenuhan Nutrisi Masyarakat Madura
PDF

Keywords

Kata kunci : Stunting, Budaya, Pola pemenuhan nutrisi

How to Cite

[1]
S. Rani, F. Fitriah, S. s, M. P, N. H, and S. A, “Analisis Crossectional Kejadian Stunting Pada Balita Usia 3-5 Tahun Berdasarkan Budaya Pemenuhan Nutrisi Masyarakat Madura”, 2019, vol. 1, no. 1, pp. 36 - 39, Jan. 2020.

Abstract

Introduksi : Stunting adalah masalah gizi kronis yang menghasilkan tinggi anak lebih rendah (pendek) daripada usia standar. Tujuan Penelitian : Menganalisis kejadian stunting pada balita usia 3-5 tahun berdasarkan budaya pemenuhan nutrisi kehamilan dan pola pemenuhan nutrisi 1000 hari pertama kehidupan pada anak. Metode : desain penelitian analitik observasional pendekatan cross sectional. Variabel independen budaya pola pemenuhan nutrisi kehamilan dan pola pemenuhan nutrisi 1000 hari pertama kehidupan dan variabel dependen adalah kejadian stunting. Populasi penelitian keluarga yang memiliki balita usia  3-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan spearman rho.  Hasil dan analisis : tidak ada pengaruh pola budaya pemenuhan kebutuhan nutrisi terhadap kejadian stunting.  Ada pengaruh pola kebutuhan nutrisi 1000 hari pertama kehidupan.  Bahwa ada pemenuhan nutrisi saat 1000 hari pertama kehidupan menurut budaya Madura sangat menentukan pertumbuhan balita untuk mencegah stunting. Kesimpulan dan pembahasan : Dengan adanya pengaruh pola pemenuhan nutrisi 1000 hari pertama kehidupan terhadap kejadian stunting pada balita usia 3-5 tahun, disarankan keluarga memantau dan meperhatikan pola pemenuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan.

PDF

Downloads

Download data is not yet available.