Rancang Bangun Stetoscope Elektronik Berbasis Mikrokontroller Atmega328
PDF

How to Cite

[1]
sumber sumber and E. Dian, “Rancang Bangun Stetoscope Elektronik Berbasis Mikrokontroller Atmega328”, 2019, vol. 1, no. 1, pp. 116 - 121, Jan. 2020.

Abstract

Perkembangan teknologi peralatan medis yang semakin cepat di masyarakat membuat sistem perawatan kesehatan menjadi lebih baik dan profesional. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menyebabkan pemeriksaan dini terhadap diri sendiri semakin populer. Telah banyak teknik yang dikembangkan untuk membuat diagnosis awal lebih cepat dan lebih akurat. Salah satu penyakit yang banyak terjadi di masyarakat adalah penyakit jantung. Penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Lebih dari 30 % dari total penduduk dunia pada tahun 2008. Tujuan dari penelitian merancang deteksi sinyal jantung menggunakan mic kondenser sensor. Mendeteksi suara jantung dengan menggunakan stetoskop elektronik.. Dari data yang diperoleh,  5 jenis kelamin laki-laki dan 5 data jenis kelamin perempuan, rentan usia yang di ambil berkisar antara 20 hingga 25 tahun, sedangkan untuk berat badan responden antara 50 hingga 76 Kg. Adapun letak perekaman suara jantung yang digunakan berbeda-beda untuk setiap respondennya, pada responden laki-laki didapatkan nilai amplitudo S1 dan S2 maksimal pada posisi perekaman Right Ventricel (RM), sedangkan untuk responden perempuan nilai amplitudo S1 dan S2 maksimal pada posisi perekaman Aortic (AO) dan Pulmonary Artery (PM). Untuk responden laki-laki maupun perempuan Ada banyak faktor yang mempengaruhi amplitudo S1 dan S2 setiap pasien sedangkan untuk nilai S3 dan S4 tidak terlihat dengan jelas. Jika berat badan responden diatas berat badan idealnya maka amplitudo S1 dan S2 akan cenderung lebih kecil dan sebaliknya, jika berat badan responden kurang dari berat badan idealnya maka amplitudo S1 dan S2 akan cenderung lebih besar. Selain itu juga, seberapa kuat stetoskop ditekan ketika melakukan perekaman juga dapat mempengaruhi amplitudo S1 dan S2. Terdapat kendala pada proses pengambilan data dimana responden perempuan cenderung lebih sulit untuk menemukan titik rekaman suara jantung di bandingkan laki-laki dan hanya pada titl-titik sadapan tertentu yang dapat terlihat nilai S1 dan S2 dengan jelas. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh frekuensi cut off yang lebar, berkisar antara 10 – 1000 Hz sehingga terdapat noise terutama suara paru-paru.

PDF

Downloads

Download data is not yet available.