Efek Pemberian Edukasi Health Belief Model (Hbm) Pada Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Pengetahuan Dan Persepsi Kepatuhan Pengobatan (Studi Penelitian Di Puskesmas Simomulyo Surabaya Tahun 2019)
PDF

Keywords

Tuberkulosis paru, HBM, Kepatuhan pengobatan, Pengetahuan

How to Cite

[1]
N. Patricia, S. Setiawan, and D. Darjati, “Efek Pemberian Edukasi Health Belief Model (Hbm) Pada Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Pengetahuan Dan Persepsi Kepatuhan Pengobatan (Studi Penelitian Di Puskesmas Simomulyo Surabaya Tahun 2019)”, 2019, vol. 1, no. 1, pp. 68 - 73, Jan. 2020.

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mana penyakit ini dapat menyebar melalui dahak penderita dengan cara droplet nuclei. TB paru menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting di dunia dan harus diperhatikan. Indonesia menjadai salah satu negara berkebang yang menempati posisi ke 3 dengan kasus terinfeksi tuberkulosis setelah Cina dan India. Jawa Timur merupakan provinsi kedelapan dengan penemuan kasus TB paru BTA+ dan Kota Surabaya yang memiliki jumlah pasien terbanyak. Dari 62 puskesmas Kota Surabaya, Puskesmas Simomulyo terdapat kasus kematian terbanyak yaitu 5 kasus. Salah satu upaya peningkatan angka kesembuhan adalah dengan cara mematuhi treatmen pengobatan dengan diberikan dukungan keluarga untuk memberikan dorongan secara psikologis.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek pemberian edukasi dengan menggunakan teori Health Belief Model (HBM) terhadap pengetahuan dan persepsi kepatuhan pengobatan TB paru. Penilitian ini menggunakan jenis penilitian one group pre post test deisgn penelitian dilakukan bulan Maret – April 2019. Sampel penilitian adalah 39 pasien TB BTA+ dari 65 jumlah populasi pasien penderita TB paru. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan kuisoner. Analisis data yang digunakan adalah analisi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired T Test.

Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan peningkatan rata-rata dari pengetahuan dan persepsi sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan data hasil dari paired T test menunjukkan angka p = .000 pada pengetahuan, persepsi kerentanan p =.000, persepsi keseriusan p = .000, persepsi manfaat dan hambatan p =

.000 dan persepsi pendorong p = .000.

Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan perbedaan rata-rata dari pengetahuan dan persepsi sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Untuk peneliti selanjutnya disarankan meenggunakan intervensi lainnya.

 

PDF

Downloads

Download data is not yet available.