Blended Learning Kader Dakwah Sehat Dalam Upaya Pencegahan Stunting Sebagai Aplikasi Adaptasi Kebiasaan Baru Di Pondok Pesantren
pdf

Keywords

blended learning, stunting, Kader Dakwah Sehat, Pondok Pesantren

How to Cite

Muthmainnah, M., & Qomaruddin, M. (2020). Blended Learning Kader Dakwah Sehat Dalam Upaya Pencegahan Stunting Sebagai Aplikasi Adaptasi Kebiasaan Baru Di Pondok Pesantren. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surabaya 2020, 2(1). Retrieved from http://semnas.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/2020/article/view/170

Abstract

 

Stunting merupakan salah satu tantangan gizi kesehatan masyarakat di Negara Berkembang. Angka stunting di Indonesia masih lebih dari 20%. Oleh karena itu stunting menjadi isu prioritas nasional yang harus diupayakan program pencegahannya di berbagai setting promkes. Pondok Pesantren menjadi salah satu setting promkes yang potensial dalam upaya pencegahan stunting khususnya di usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan buku saku Kader Dakwah Sehat di Pondok Pesantren melalui blended learning. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren telah menerapkan adaptasi kebiasan baru di era pandemi sehingga tidak semua orang dapat berinteraksi langsung dengan warga pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental, dimana intervensi yang diberikan berupa capacity building Kader Dakwah Sehat dan indikator keberhasilannya menggunakan pre-post test. Analisis dalam penelitian ini menggunakan  paired t test. Responden pada penelitian ini adalah 50 Kader Dakwah Sehat. Hasil penelitian ini adalah kegiatan blended learning berlangsung dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan keaktifan peserta pelatihan melalui media pencegahan stunting yang edutainment (karya peserta di akhir intervensi) dan terjadi perubahan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah pelatihan, yaitu p=0,000< α=0.05.  Kesimpulan pada  penelitian ini adalah kegiatan blended learning di era pandemic ternyata cukup efektif membekali Kader Dakwah Sehat untuk menjalankan tugasnya dalam upaya pencegahan stunting di Pondok Pesantren. Hal ini juga dibuktikan tingkat partisipasi selama pelatihan 98% dan tugas membuat media promkes stunting cukup edutainment (edukasi dan entertainment) misalnya melalui qasidah pesan stunting, dakwah sehat, qasidah cuci tangan. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pihak pondok pesantren serta pemerintah setempat.

 

Keyword : blended learning, stunting, Kader Dakwah Sehat, Pondok Pesantren

 

pdf