KONSELING HAK-HAK KESEHATAN REPRODUKSI PADA CALON PENGANTIN DI KUA TAMBAKSARI KOTA SURABAYA
pdf

How to Cite

Kusumaningtyas, K., Kasiati, K., & Husni, E. (2021). KONSELING HAK-HAK KESEHATAN REPRODUKSI PADA CALON PENGANTIN DI KUA TAMBAKSARI KOTA SURABAYA. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surabaya 2020, 2(1). Retrieved from http://semnas.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/2020/article/view/246

Abstract

ABSTRAK

Pernikahan usia muda mengakibatkan beberapa masalah dari segi fisiologis, psikologis, dan sosiologis, usia mereka belum cukup matang untuk menghadapi kejadian tersebut. Tingginya pernikahan usia muda di beberapa wilayah kecamatan di kota Surabaya akan berdampak pada. tingginya angka kematian ibu (AKI) menandakan bahwa perlunya pasangan muda memiliki pembekalan sebelum masuk dalam jenjang berumah tangga, khususnya pengetahuan tentang hak kesehatan reproduksi (HKR). Tujuan kegiatan adalah memberikan pengetahuan melalui konseling tentang hak-hak kesehatan reproduksi pada calon pengantin. Manfaat kegiatan ini adalah transfer ilmu pengetahuan dengan memberikan konseling pada pasangan calon pengantin sehingga pasangan suami istri mampu mengambil keputusan dan mewujudkan Hak-hak Kesehatan Reproduksi secara bertanggung jawab menyangkut usia ideal perkawinan, usia ideal untuk melahirkan, jumlah ideal anak, jarak ideal kelahiran anak, dan penyuluhan kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini dilakukan di kantor Urusan Agama (KUA) yaitu di KUA Tambaksari Kota Surabaya. Waktu pelaksanaan mulai dengan Februari sampai dengan September 2020. Metode kegiatan meliputi: konseling dalam peningkatan pengetahuan tentang Hak-hak Kesehatan Reproduksi. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga masyarakat khususnya kecamatan Tambaksari Surabaya yang mendaftarkan diri di KUA untuk melaksanakan pernikahan (calon pengantin).

Hasil dari kegiatan konseling Hak-hak Kesehatan Reproduksi dari segi fisik dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin sebesar 96.7%. Kegiatan konseling Hak-hak Kesehatan Reproduksi dari segi psikis dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin sebesar 100%. Kegiatan konseling Hak-hak Kesehatan Reproduksi dari segi sosial dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin sebesar 90%.

Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya selalu diberikan konseling kepada calon pengantin terkait pengetahuan tentang hak-hak kesehatan reproduksi. Membekali petugas KUA dengan wawasan dan pengetahuan tentang hak-hak kesehatan reproduksi pada calon pengantin sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

pdf